Tampilkan postingan dengan label miss Alone. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label miss Alone. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Mei 2014

Rindu

02:32
Mataku belum juga terlelap
Ia masih bekerja, mengeluarkan airmata yang memang sedari tadi mendesak hendak keluar

Resah, gelisah, rasa yang terus bercampur aduk dalam perasaan ku beberapa hari belakangan ini
Rindu. Ia menjadi hal yang selalu mengisi relung hati dan pikiranku
Aku merindu.
Rindu pada dia. Pada kalian, dan juga pada mereka.
Rasa ini terlalu menyiksaku.
Membuatku ingiiin sekali bertemu dan memeluk kalian satu persatu.
Ribuan kata maaf dan ucapan terima kasih ingin ku bingkiskan sebagai kado kepada kalian.
Aku tak punya apa-apa yang dapat kehadiahkan kepada kalian.
Hanya hadiah sederhana yang sangat berarti bagiku itulah yang mampu ku berikan.

Senin, 28 April 2014

Seharusnya Aku Bahagia

28 April 2014.
Hari ini.

Seharusnya menjadi hari yang berkesan.
Seharusnya menjadi hari yang spesial.
Tapi semuanya biasa saja.
Nothing spesial.


Minggu, 06 April 2014

Rasaku (apakah) Rasamu (?)

Kenapa harus dia? Aku pun hingga saat ini tak tau jawabannya. 
Perbincangan sore tadi bersama mereka membuat aku sadar, disekitarku masih ada orang-orang yang ingin menjalin hubungan yang lebih denganku. Kata mereka, aku yang tak bisa menerima mereka, aku yang terlalu tinggi memasang standar seperti dia (masalaluku), aku yang terlalu "konsisten" dengan kisah lalu yang telah lewat.

Minggu, 09 Maret 2014

Tulisan -Abal-Abal-

Diluar sana hujan turun.
Heeeiii... lagi-lagi saat hujan jemariku menari di atas keyboard ini. Sungguh, aku tak lagi berbual, diluar sana rintik hujan memang sedang turun, mungkin bersama tetesan embun yang juga turut menyatu bersama hujan. Tapi kalian tahu? Ternyata disaat bersamaan, bukan hanya hujan dan embun yang lagi turun membasahi malam, disini juga sedang mengalir lembut air mata ku. Ia lagi tak ingin tertinggal menyapa malam. 

Malam yang gelap, sunyi dan sangat hening.
Bahkan ketika sepasang headset kecil bertengger ditelingaku, memutarkan lagu-lagu yang (selalu) bisa membuatku ikut terhanyut. Kali ini beberapa lagu yang terputar berhasil membuatku tak dapat memejamkan mata. Anganku menerawang jauh sekali, tapi sayang, ia menerawang jauh ke sudut masalalu yang telah ku tinggalkan beberapa saat. 


Senin, 03 Februari 2014

Kamar (Harapan) dalam Mimpiku

Hari yang melelahkan. Yah, paling tidak buat hari ini. Sebenarnya yang kulakukan bukan hal yang luar biasa, hanya sekedar merapikan dan merubah sedikit tata letak dikamar ini. Bukannya tak ingin mengubah kamar ini menjadi lebih indah, tapi nampaknya terlalu banyak barang besar yang takkan sanggup ku pindahkan sendiri, utamanya tempat tidur Ratu ini. Beratnya luar biasa, tak dapat ku geser meski hanya sesenti saja. 
Tapi aku tak nyerah, meskipun tempat  tidur gede ini tak bisa digeser sama sekali, tapi masih banyak sekali cara untuk tetap membuat kamar ini menjadi lebih baik.

Rabu, 22 Januari 2014

Cerita (tentang) Sepi, pada Malam

Hai malam..
Kali ini lagi-lagi kita (harus) berjumpa. Mengucapkan selamat malam kepada orang-orang tercinta. Tersenyum kepadamu dan (juga) kepada mereka.

Hai malam..
Bagaimana kabarmu saat ini? Mendungkah langitmu disana? Atau mungkin justru bintang dan bulan sedang menari bersama cahayanya? Semoga saja begitu..

Minggu, 19 Januari 2014

Malam, (mungkin) Sahabatku

Dulu, malam selalu kunanti. Menjadi obat dari seluruh keresahan bersama mentari.
Dulu malam selalu menjadi sesuatu yang paling ku rindu, ketika pergantian hari kulalui bersama tawa dan rinduku.
Dulu, malam selalu menjadi sumber inspirasiku, ketika bulan dengan cerianya memancarkan cahaya nya kepada bintang.
Tapi sekarang, perlahan, aku mulai membenci malam.


Jumat, 22 November 2013

The Last For U, The Last For Me

"Sayangilah seseorang, tanpa pernah berpikir, kelak kau kan terluka
Karena waktu itu, sejenak terlintas, berirama dalam bait lirik yang ku tulis
Ya, walau mungkin terdengar sederhana, tapi ku telah berusaha membuatnya untukmu
didalamnya, aku sampaikan pandangan serta isi hatiku padamu
maaf jika ada lirik yang tak kau pahami
Ku mohon terimalah, terimalah hadiah terakhir ku untukmu

Jumat, 15 November 2013

Hanya Pertolongan-Mu

Tuhan,,,
Tolong peluk aku
Disini aku sendiri
Memeluk rindu yang tak ada obat penawarnya
Bersembunyi dibalik senyum tipis yang selama ini ku tebarkan



Selasa, 24 September 2013

Racun itu bernama Rindu

Malam kembali pekat saat ini. Saat mata ku tak lagi dapat kuajak tuk bekerja sama untuk masuk ke alam mimpi. Kini iringan lagu dari iwan fals -yang terlupakan- menjadi teman setia ku menanti pagi.

Entah, kotak-kotak konsep tulisan telah tersusun rapi dalam bola kecil otakku, namun malam ini aku tak dapat menumpahkannya. Mungkin, hanya satu yang saat ini ingin ku ceritakan pada kalian. Yah, tentang RINDU. Rindu sangat melekat dalam ruang hampa hatiku.

Beberapa hari terakhir hadir seakan-akan menjadi racun yang amat kejam bagi diriku. Dia kembali menari dalam ruang memory ku. Menari dengan indah dan terus mengunci perhatianku. Malam kemarin tepatnya, ketika rindu itu kembali hadir mengisi ruang kosongku, saat itu pula rasa sesak kembali ku rasakan. Air mataku meleleh tanpa kusadari. Rindu, iya, aku rindu dia. Aku rindu akan masalalu yang pernah kurajut bersamanya. Harapku, rasa itu hanya akan kurasakan saat itu saja, namun ternyata aku salah. Rindu itu masih menjadi penguasa dalam hari-hari terakhirku. Aku rindu, tapi aku tak ingin kau tau. Aku rindu, namun biarlah rindu hanya ada dalam sini -hati-, menjadi racun yang siap menghabisi ku kapanpun. Aku rindu, yah, aku tau kalau aku rindu. Cukup itu saja.

Kamis, 20 Juni 2013

Sinarnya Meredup (Masih tentang Mata itu)

Aku duduk diam mengamati seluruh aktivitas disekitarku. Berbagai macam orang-orang berlalu lalang dihadapanku dengan bergam kegiatan masing-masing. Mataku terus berganti mengantar mereka, mengamati segala tingkah mereka. Tak sengaja mataku menangkap sosokmu. Iyah, sosok pemilik mata itu. Aku mencoba untuk mengalihkan pandanganku, berharap agar kali ini mata kita tak lagi saling menangkap. Namun sayang, aku lagi-lagi gagal. Kau tak berpindah dari tempatmu berpijak, dan aku pun tak juga berpindah dari tempatku bersandar. Kita hanya diam. Tak ada satu buah katapun yang terlontar dari bibir kita. Tapi bagiku, kita tidaklah diam. Kita sama sekali tidak diam. Hanya saja kita sedang berbicara melalui tatapan mata itu.

Rabu, 15 Mei 2013

Rindu

Aku tau, rindu selalu muncul tepat didepan pintu ruang hatiku. Menatapku, tersenyum kepadaku, memintaku untuk sejenak saja melihatnya. Namu, alarm bising yang terpasang didepan jendela otak dan jendela hatiku berbunyi dengan kerasnya. Menyadarkan segala harap yang perlahan mulai tertanam didasar hatiku. Aku tersadar. Diam. Mencoba membujuk hatiku untuk mengabaikanmu. Meninggalkanmu bahan mengusirmu menjauh dari ruang ini. Aku sibuk terus mencari jalan keluar agar tak leagi melihatmu. Aku sibuk mengerjakan segala sesuatu, walau itu tidaklah penting untuk ku kerjakan., hanya untuk bisa berdiri tegak, mengabaikan kehadiranmu. Aku sibuk memasang segala musik keras agar aku tak lagi mendengarmu memanggil namaku dari kotak masa laluku. Aku sibuk, dan aku berpura-pura untuk sibuk.

Jumat, 12 April 2013

Sosok Dia (mata itu)

Dia tidak tampan. Dia tidak pintar. Dia pun tak juga kaya. Tapi dia punya sesuatu yang lebih dari pada orang lain. Dia punya mata itu. Yah, mata itu. Mata yang selalu ku rindukan untuk ku tatap. Mata yang selalu mampu membuatku kuat, juga cemburu. Aku tak tau, mengapa mata itu begitu memiliki daya tarik tersendiri untukku. Namun aku benar-benar terpana.

Dia. Sosok yang belakangan menjadi magnet dalam kedua bola mataku. Menjadi sosok yang mengambil alih seluruh perhatianku. Aku bahagia dan aku menikmatinya. Namun ternyata, semua ini mungkin hanya sekedar menjadi pengalihan kehidupanku. Aku masih dibutakan oleh matanya. Menganggap bahwa sorot matanya hanya ditujukan padaku. Tapi mungkin aku salah. Tatapan itu bukan hanya untukku. Mata indah itu bukan mengarah kepadaku. Tapi juga kepada yang lain. Aku masih bersembunyi. Malu mengakui kesalahanku. Malu mengakui sikap narsis yang ku miliki.

Tapi, satu yang pasti, inilah jalan Tuhan yang telah disediakan untukku. Dan aku harus menikmatinya..

Jumat, 15 Maret 2013

Masih (Aku, Kau, Senja dan Hujan)

Langit mulai menggelap ketika ku pandangnya beberapa menit yang lalu. Aku masih terduduk menikmati pemandangan pantai yang menyenyukkan seperti saat ini. Saat dimana matahari mulai berpamitan untuk berganti tugas dengan sang bulan. Siluet senja memberikan ketenangan tersendiri untuk mataku yang tertutup dengan kaca yang berbingkai hitam. Aku masih duduk disini. Bernyanyi bersama deru ombak serta hembusan lembut sang angin malam. Headset kecil masih saja tergantung mungil di salah satu telingaku. Mengalunkan lagu-lagu indah yang dulu pernah kita nyanyikan bersama. Ku biarkan jemari kakiku terus bermain bersama air yang datang menyapa.

Pandangan ku masih saja mengarah pada air yang terpampang luas dihadapanku. Tanpa aku sadari, sejak tadi fikiranku tak berada disana. Aku membiarkannya. Membiarkan dia terus mencari apa yang sebenarnya sedang ia cari. Memori itu terus berputar. Mengajakku untuk turut menontonnya dari sini. Aku mengikutinya.  Terus membiarkannya memutar semua kenangan itu. Aku tersenyum melihatnya. Ingin rasanya tertawa sebesar-besarnya. Tapi aku tak tau, justru rasanya pipiku terasa hangat oleh air yang ternyata mengucur dengan perlahan dari sudut mataku. Aku menangis. Yah, mungkin ini sebuah tangisan yang sudah lama ingin keluar. Tangisan bahagia yang juga bercampur dengan rasa rindu yang sangat dalam.

Sabtu, 12 Januari 2013

Angin, tolong sampaikan ini padanya..

Pagi yang cerah dengan semburat cahaynya. Mengantarkan rasa rinduku yang belum ernah mendengar kabarmu. Membuatku hilang dalam lamunan singkat ini. Menceritakan pada langit tentang risaunya hati yang menanti kabar darimu.

Dua hari yang lalu kau berubah. Menyatakan kepadaku kerisauan hatimu. Namun, maafkan aku sayang, aku terlalu lelah dengan hari dan kehidupanku, sehingga aku terlelap dalam alunan lagu yang terputar dari radio kamarku. Hingga aku sadar, kau ternyata mengantarku masuk kedalam mimpiku. Maafkan aku sayang, karena aku terlalu sibuk dengan urusanku, hingga aku tak sadar telah mengabaikanmu.

Kamis, 03 Januari 2013

Harapan dalam Nyataku

Hari ini aku kembali membuka lembaran blog ku yang mulai usang. Melihat satu persatu tulisan kawan-kawanku dalam beranda cerita. Aku iri. Hanya itu yang bisa ku katakan. 

Bagiku, kalian terlalu mampu menceritakan kehidupan kalian dalam kata. Kalian terlalu mampu menggambarkan sosok kalian dalam sketsa. Kalian membuatku iri. Iri karena aku belum bisa semampu kalian. 

aku selalu ingin menulis. Menulis apapun yang bisa aku tulis.Menceritakan kepada dunia segala hal yang seharusnya ku bagi bersama dia. Tulisan sering mengajarkan ku untuk melepaskan segala beban yang ada. Tulisan memberikanku untuk selalu menjadi diriku sendiri. Berbagi dalam tangis maupun dalam tawaku. Yah, aku ingin mampu menulis seperti kalian. Menyusun kata demi kata untuk menjadi serangkaian tulisan yang indah. Terkadang rasa iri itu muncul ketika aku membaca tulisan kalian. Aku tak mampu menyusun kata-kata sesederhana itu. Menyusun rentetan kalimat menjadi paragraf yang selalu sampai dihati pembacanya. Aku sadar akan hal itu. Aku ingin menulis. Menulis untuk berbagi cerita kepada kalian. Hanya itu. Sekedar harapan dalam dalam dunia nyataku.

alila.chatuhala

Minggu, 23 September 2012

Tangisku

Bukankah cinta itu bahagia?
Bukankah cinta itu indah?
Tapi, mengapa tidak buatku?

2009 adalah tahun pertama kita dekat, memulai kisah dalam lembaran cerita kita bersama. Manyatukan aku dan kamu menjadi kita. Tahun itu pula, awal tangisku. Berawal dengan kehadiran dia yang sangat mengganggu hidupku..  Hingga waktu terus berjalan dan menuliskan kisah kita. Putus-sambung adalah kata yang paling sering kita ucapkan disaat sedang menghadapi masalah. Sering sekali kau hadir dalam lembaran kehidupanku setelah semuanya berakhir. Berbagai macam masalah muncul dan kuhadapi hanya dengan tangisku.

Sabtu, 28 Juli 2012

KAU


Kau..
Sosok yang pernah hadir dan dekat denganku
Sosok yang dulu pernah hadir dalam tangis dan tawaku,
Meskipun hanya sesaat

Kau..
Sosok yang dari dulu hingga sekarang tak pernah berani menatap mataku
Sosok yang dari dulu hingga sekarang tetap bersikap sama terhadapku
Cuek, dingin, tapi selalu menaruh perhatian yang lebih

Minggu, 22 April 2012

Curahan Hati buat Papa

Gak tau harus mulai dari mana. Segala jenis teriakan dalam hatiku seakan-akan tidak tau harus dibuang kemana. Nangis. menjadi kebiasaanku dimalam hari. Menceritakan semua gejolak perasaan pada malam dan hembusan anginnya. Meneriakkan dalam tangis semua rasa bersalah dan rasa kecewa. Menutup hari dengan hembusan nafas yang sangat berat. Bahkan mungkin hari kusambut tanpa memejamkan mata sejenak pun.

Aku lelah. Terlahir sebagai gadis seperti ini. Membuat orang tuaku marah dan kecewa. Tak bisa berbuat apa-apa dan selalu berbuat salah. Memaki diri sendiri dan meneriakkan rasa penyesalan dalam hening malam. Ku ingin hujan turun. Menemani malam dan tangisku. Menghapus rasa sepi dalam jiwa dan hariku. Memberiku semangat untuk terus berdiri, melangkah dan berlari.

Minggu, 15 April 2012

Ini Tentang Kamu

Malam ini, ntah mengapa, menjadi malam yang sangat membosankan bagiku. Saat dimana tak ada satu pun orang-orang yang mau menemaniku. Saat dimana mereka lebih memilih membiarkanku, bahkan mengacuhkanku begitu saja. Mungkin hari ini aku menjadi gadis yang sangat sensitif, dengan mood yang benar-benar hancur setelah mendengar namanya. Yah, dia benar-benar telah merusak hariku. Bahkan hanya sebatas nama pun sudah membuatku menjadi sosok yang abnormal. Namun apa boleh dikata ? Aku tak dapat berkata apa-apa. Dia sosok yang tidak bisa hilang dalam kehidupanku. Bahkan mungkin dalam keseharianku.