Tampilkan postingan dengan label my life. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label my life. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Mei 2014

Rindu

02:32
Mataku belum juga terlelap
Ia masih bekerja, mengeluarkan airmata yang memang sedari tadi mendesak hendak keluar

Resah, gelisah, rasa yang terus bercampur aduk dalam perasaan ku beberapa hari belakangan ini
Rindu. Ia menjadi hal yang selalu mengisi relung hati dan pikiranku
Aku merindu.
Rindu pada dia. Pada kalian, dan juga pada mereka.
Rasa ini terlalu menyiksaku.
Membuatku ingiiin sekali bertemu dan memeluk kalian satu persatu.
Ribuan kata maaf dan ucapan terima kasih ingin ku bingkiskan sebagai kado kepada kalian.
Aku tak punya apa-apa yang dapat kehadiahkan kepada kalian.
Hanya hadiah sederhana yang sangat berarti bagiku itulah yang mampu ku berikan.

Minggu, 06 April 2014

Rasaku (apakah) Rasamu (?)

Kenapa harus dia? Aku pun hingga saat ini tak tau jawabannya. 
Perbincangan sore tadi bersama mereka membuat aku sadar, disekitarku masih ada orang-orang yang ingin menjalin hubungan yang lebih denganku. Kata mereka, aku yang tak bisa menerima mereka, aku yang terlalu tinggi memasang standar seperti dia (masalaluku), aku yang terlalu "konsisten" dengan kisah lalu yang telah lewat.

Selasa, 25 Februari 2014

Personil Rumah Persahabatan

Malam ini diluar jendela ku sedang turun rintik hujan. Alunan rintik hujannya sangat merdu, menenangkan. Aku suka, dan aku bahagia mendengarkannya.

Kali ini aku ingin bercerita tentang mereka. Tiga gadis unik yang telah merangkulku menjadi saudara-saudara mereka. Memberikan uluran tangannya untukku masuk dalam lingkaran kehidupan mereka di kampus orange ku tercinta. Meskipun, pada awal kakiku melangkah masuk dalam kempus tersebut, bukan mereka yang ada disebelahku. Bukan mereka yang menemaniku melangkah. Yah, akan kuceritakan secara singkat orang pertama yang menjadi teman dekatku diawal perkuliahan. Dia seorang gadis yang tinggi dan ceria, Seorang gadis yang memiliki semangat belajar yang tinggi dan seorang gadis yang selalu ada menemaniku. Kami bersama cukup lama (dalam ukuran mahasiswa baru), namun karena sesuatu hal yang tak ingin lagi ku ingat, kami terpisah, berjalan masing-masing. Kejadian itu cukup lama, hingga pada akhirnya, disalah satu kesempatan matakuliah yang mengharuskan kami saling berinteraksi, kami pun kembali berbaikan. Namun itulah kehidupan, sama seperti sebuah guci dari tanah liat, ketika kita menggenggamnya terlalu erat, mungkin saja iya takkan terjatuh, tapi justru tangan kita yang akan membuatnya retak, bahkan pecah. Dan ketika semuanya telah terjadi, guci itu takkan pernah kembali mulus seperti sedia kala. Ada luka yang membekas disana, yang mungkin takkan pernah pulih seperti awalnya, begitu pula pada persahabatan kami. Tapi bagaimana pun aku tetap bersyukur, karena kami tak harus putus komunikasi dengan lama.

Senin, 03 Februari 2014

Kamar (Harapan) dalam Mimpiku

Hari yang melelahkan. Yah, paling tidak buat hari ini. Sebenarnya yang kulakukan bukan hal yang luar biasa, hanya sekedar merapikan dan merubah sedikit tata letak dikamar ini. Bukannya tak ingin mengubah kamar ini menjadi lebih indah, tapi nampaknya terlalu banyak barang besar yang takkan sanggup ku pindahkan sendiri, utamanya tempat tidur Ratu ini. Beratnya luar biasa, tak dapat ku geser meski hanya sesenti saja. 
Tapi aku tak nyerah, meskipun tempat  tidur gede ini tak bisa digeser sama sekali, tapi masih banyak sekali cara untuk tetap membuat kamar ini menjadi lebih baik.

Rabu, 22 Januari 2014

Cerita (tentang) Sepi, pada Malam

Hai malam..
Kali ini lagi-lagi kita (harus) berjumpa. Mengucapkan selamat malam kepada orang-orang tercinta. Tersenyum kepadamu dan (juga) kepada mereka.

Hai malam..
Bagaimana kabarmu saat ini? Mendungkah langitmu disana? Atau mungkin justru bintang dan bulan sedang menari bersama cahayanya? Semoga saja begitu..

Minggu, 19 Januari 2014

Ruang "..................."

Beberapa bulan telah berlalu sejak kejadian saat itu..

Aku tau, mungkin kau membenciku
Tak ingin lagi menatap mataku
Tak ingin lagi tersenyum padaku..

Malam, (mungkin) Sahabatku

Dulu, malam selalu kunanti. Menjadi obat dari seluruh keresahan bersama mentari.
Dulu malam selalu menjadi sesuatu yang paling ku rindu, ketika pergantian hari kulalui bersama tawa dan rinduku.
Dulu, malam selalu menjadi sumber inspirasiku, ketika bulan dengan cerianya memancarkan cahaya nya kepada bintang.
Tapi sekarang, perlahan, aku mulai membenci malam.


Jumat, 22 November 2013

The Last For U, The Last For Me

"Sayangilah seseorang, tanpa pernah berpikir, kelak kau kan terluka
Karena waktu itu, sejenak terlintas, berirama dalam bait lirik yang ku tulis
Ya, walau mungkin terdengar sederhana, tapi ku telah berusaha membuatnya untukmu
didalamnya, aku sampaikan pandangan serta isi hatiku padamu
maaf jika ada lirik yang tak kau pahami
Ku mohon terimalah, terimalah hadiah terakhir ku untukmu

Jumat, 15 Maret 2013

Masih (Aku, Kau, Senja dan Hujan)

Langit mulai menggelap ketika ku pandangnya beberapa menit yang lalu. Aku masih terduduk menikmati pemandangan pantai yang menyenyukkan seperti saat ini. Saat dimana matahari mulai berpamitan untuk berganti tugas dengan sang bulan. Siluet senja memberikan ketenangan tersendiri untuk mataku yang tertutup dengan kaca yang berbingkai hitam. Aku masih duduk disini. Bernyanyi bersama deru ombak serta hembusan lembut sang angin malam. Headset kecil masih saja tergantung mungil di salah satu telingaku. Mengalunkan lagu-lagu indah yang dulu pernah kita nyanyikan bersama. Ku biarkan jemari kakiku terus bermain bersama air yang datang menyapa.

Pandangan ku masih saja mengarah pada air yang terpampang luas dihadapanku. Tanpa aku sadari, sejak tadi fikiranku tak berada disana. Aku membiarkannya. Membiarkan dia terus mencari apa yang sebenarnya sedang ia cari. Memori itu terus berputar. Mengajakku untuk turut menontonnya dari sini. Aku mengikutinya.  Terus membiarkannya memutar semua kenangan itu. Aku tersenyum melihatnya. Ingin rasanya tertawa sebesar-besarnya. Tapi aku tak tau, justru rasanya pipiku terasa hangat oleh air yang ternyata mengucur dengan perlahan dari sudut mataku. Aku menangis. Yah, mungkin ini sebuah tangisan yang sudah lama ingin keluar. Tangisan bahagia yang juga bercampur dengan rasa rindu yang sangat dalam.

Minggu, 10 Maret 2013

Bersamamu (dalam) Khayalku

Senja tetap nampak indah meskipun agak tertutup awan yang menggelap. Aku terus duduk diam di tempat ini. Menikmati suasana dan gemericik dedaunan yang menari indah disebelah ku. Aku terus menatapnya, hingga tanpa sadar, aku hanyut dalam suasananya. Membuatku terus masuk kedalam fikiranku akan beberapa hari kemarin. 

Aku mendapati sosoknya berjalan pelan menuju arahku. Ku tundukkan pandanganku, agar dia tak tau kalau mataku sedang mengamatinya. Namun ternyata dugaanku salah. Dia tau kalau mataku tetap tersorot mengarah kepadanya. Dia lemparkan senyum khasnya kepadaku yang saat itu sedang duduk manis, berusaha menyembunyikan merah merona pipiku. Dalam khayalku aku kembali masuk dalam cerita-cerita bersamanya. Ku ingat ketika waktu itu, dia menatapku lembut. Melemparkan sapaan terhangatnya di tengah hujan yang mengguyur malam dikampusku. 

Sabtu, 16 Februari 2013

Hari Ini dan Do'aku

17 Februari 2013. Hari ini.

Yah, tepat hari ini. Suhu badanku seketika panas dingin tidak menentu. Ragaku seakan-akan bergetar tanpa tahu apa sebabnya. Jemariku dingin. Keringat ku dingin, seakan-akan di tempat ini aku ketakutan. Namun, yang aku tau dan aku ingat, aku tak sakit secara raga. Aku baik-baik saja. Aku bahkan masih sempat berlari, tertawa dan melompat. Tapi aku heran. Mataku menjadi buram. Yang kulihat dari pancaran cermin didepanku, ada air yang tergenang dimataku. Aku berharap ia tak jatuh. Aku berharap ragaku masih memiliki sedikit saja tenaga untuk bisa berdiri.

Seminggu sudah airmataku terus terjatuh. Energi yang kumiliki sudah mencapai titik ERROR. "Apa yang harus kulakukan?" Itulah pertanyaanku setiap saat. Sesak. Sesaaaak sekaliii.... Yah, lagi-lagi butiran bening itu menetes. Meleleh jatuh dari sudut mataku. Aku harus kuat. Itu yang harus ku yakini.
Hari ini kau akan pergi. Mungkin untuk menuntut ilmu di tempat sana. Mungkin juga untuk melupakan semua yang telah menjadi bagian masalalumu. Mungkin juga untuk menjadi sosok yang lebih baik lagi. Yah, aku berharap begitu. Semoga kau menjadi lebih baik lagi. Mendapatkan segala mimpi dari usahamu. Menjadi orang yang sukses dan meraih kebahagiaan lebih baik lagi.

Makasih, pernah menjadi warna dalam kehidupanku..

Tulisan Sampah

Lemas. Hanya itu yang kurasakan hingga saat ini. Menangis. Yah, mungkin itu menjadi pewarna hariku belakangan ini. Mendung, gelap, bahkan kusam sama sekali.

Tepat hari senin kemarin awalnya. 11 Februari 2013. Hari dimana kita terakhir bertemu. Menatap senja dari tempat kita berdua duduk bersama. Tertawa sejenak. Saling menatap, seakan semuanya memang akhir dari cerita kita. Namun raga ini merasa bahwa ada suatu hal yang aneh pada 5 menit terakhir menjelang pukul 18.00 pas. Yah, dimenit itu lah senja semakin indah di pandang. Namun aku bingung, mataku tak sanggup menatap dengan jelas. Telingaku tak lagi mendengar deburan ombak yang nyaman. Bahkan tubuhku semakin lama semakin lemas. Ku coba memperbaiki pendengaranku, ketika kau ulangi ucapanmu. Tiba-tiba dadaku terasa sesak. Sesaak sekali. Aku mencoba tersenyum mendengar bisikanmu. Berharap semuanya hanya khayalanku saja. Ku beranikan mata kecil ini menatapmu. Mencari kebohongan dri matamu. Berharap semuanya salah. Namun aku engah. Aku tak mampu. Hingga akhirnya aku hanya mampu tertunduk lemas. Membiarkan jemariku perlahan menjabat jemari tanganmu. Hampa. Itu yang kurasakan. Namun tak lama kemudian aku seakan menghilang. Yang kutau hanya sesosok sahabatku yang ada dihadapanku. Menggapaiku dan memelukku erat. Aku menangis. Menangis sejadi-jadinya. Tak mampu berkata-kata. Aku sakit. Aku terluka. Tapi aku tak dapat menahan segalanya. Tak mungkin aku menahanmu disini bersamaku, jika memang akhirnya hatimu sudah berpihak pada orang lain.

Malam ini aku teringat. Ini malam terakhirmu di kota kecil kita. Besok kau akan pergi. Pergi menuntut ilmu dikota sana. Kau akan pergi memulai hidup barumu. Dan ku berdoa, semoga kelak kau akan menjadi orang sukses dan dapat hidup bahagia. Amin

Jumat, 01 Februari 2013

Love?

Belajar mengenal cinta menurutku bukan hal yang mudah. Selama ini aku selalu mencoba mencari apa sebenarnya cinta itu? Membuatku tak paham dengan lika-liku ceritanya. Membuatku kadang menjadi orang yang tidak paham dengan dunia nyata ini.

Sore lalu ku tatap gelapnya langit malam dari kota kecil yang ku tempati. Berusaha mencerna kembali potongan-potongan cerita yang dapat ku anggap sebagai cinta. Tapi sayang, aku masih juga tak paham. Aku menyayang. Menyayangi semua orang yang sayang padaku. Aku tersenyum. Tersenyum juga kepada semua orang yang tersenyum padaku. Aku tertawa, juga bersama mereka yang ingin tertawa bersamaku. Namun, aku juga menangis. Menangis hanya seorang diri. Seorang diri? Tidak juga. Karena kadang aku menangis bersama mereka, sahabatku, saudaraku.

Senin, 07 Januari 2013

Secarik Surat untuk Kalian..

Ada yang mau tukaran posisi denganku saat ini? Aku hampir sampai pada titik lelahku Ya Allah. Apa yang harus kulakukan? Ketika semua orang tak pernah mencoba berada diposisiku. Ketika semua orang menyalahkanku untuk semua yang kulakukan. Menyalahkanku untuk keputusan yang kubuat. Ketika semua orang menganggap diriku egois, tak pernah memikirkan siapapun, hanya memikirkan diriku sendiri. Pernah tidak mereka tau apa yang sedang ku perjuangkan? Apa yang sedang kufikirkan? Apa yang sedang kumimpikan? Dan apa yang sedang kuusahakan. Mereka selalu menuntut untukku menjadi lebih baik. Menjadi bisa lebih berprestasi. Memperbaiki nilai-nilaiku yang tak karuan. Mereka hanya melihat sisi kalian. Sisi terbaik kalian. Prestasi kalian. Masa depan kalian yang jauh lebih cerah. Sikap kalian yang selalu dibanggakan. Sekolah kalian yang jauh lebih teratur. Mereka tak pernah mau tau usaha apa yang sedang ku lakukan. Mereka tak pernah mau tau, mimpi apa yang ingin ku capai. Mereka tak pernah mau tau siapa teman-teman terdekatku. Mereka tak pernah mau mengerti situasi tersulitku saat harus memutuskan pertimbangan yang mereka berikan. Apa kalian pernah rasa berada diposisiku? Apa mereka tak pernah lelah terus menyalahkan dan memarahiku? Apa mereka tak bisa mempercayaiku? Seburuk itukahaku dimata mereka? Apa kalian tau? Aku rindu, sangat rindu berkumpul dengan kalian. Tertawa bersama kalian. Bertengkar dengan kalian. Mendengar riuh rumah dengan tawa dan cerita kalian. Mendengar teriakan mereka memanggil nama kita satu persatu. Melihat tawa ceria si kecil yang kini beranjak menjadi seorang gadis manis. Aku rindu. Sangat rindu dengan kalian. Juga rindu dengan mereka. Aku lelah untuk pulang kesana. Bukan karena posisinya yang jauh, tapi aku tak ingin terus menjadi anak durhaka, yang terus membantah, yang terus mengomel, yang terus mencoba membuat mereka paham dengan posisiku. Apakah tak ada kesempatan untukku untuk membuat mereka bahagia dan bangga padaku? Aku hanya seorang yang terasa asing disini. Hanya seorang anak yang selalu menyusahkan. Hanya seorang anak yang tak berguna. Dan hanya seorang anak yang tak punya arti apa-apa. Tapi aku hanya ingin buktikan pada kalian, kalau aku juga BISA SEPERTI KALIAN. Membuat mereka bangga, membuat semua tersenyum, membuat mereka tertawa dan tak malu punya anak seperti saya. Hanya itu..!! Saya punya mimpi, dan saya sedang berusaha membuatnya menjadi nyata. Bukan hanya mimpi yang terpajang didinding kamar yang ku tempati. Bukan hanya bualan-bualan kosong.

Jumat, 04 Januari 2013

Maafku..Untukmu

Aku menyayangimu. Menyayangimu dengan caraku. Mencintaimu, juga dengan caraku. Aku bukan gadis yang sempurna. Bukan gadis, semanis mereka. Bukan pula gadis secantik mereka. Aku juga bukan seorang putri. Putri yang memiliki harta melimpah. Aku tak mampu menjadi seperti mereka. Aku tak mampu menjadi seperti dia dalam masa lalumu. Aku adalah aku. Sosokyang saat ini menemani harimu. Meskipun kita tau,  tak selamanya hari itu kan berjalan indah. Aku adalah aku. sosok yang belum paham tentang cinta, dicintai, dan mencintai. Tapi aku punya caraku sendiri untuk mencintaimu. Inilah aku sayang, sosok yang sering membuatmu repot dengan ulahku. Sosok yang sering membuatmu kesal bahkan marah kepadaku. Sosok yang tak pernah bisa mengerti dengan perhatian yang kau berikan. Yang ku tau, aku menyayangimu. Meskipun caraku kadang membatmu marah.

Maafkan untuk semua kesalahankuu....

Kamis, 03 Januari 2013

171212 Nice Story "Possession"

Buatmu, sumber inspirasiku.Abyzou.
Senyum sahabat. Membuatku mengerti. Kau bukan temanku, bukan musuhku. Tapi kau adalah sahabat bahkan saudaraku.

Hari ini, senyum itu merekah. Membuat berjuta tawa terbang bersama kebahagiaan. Senyum itu melengkung, seindah persahabatn kita. Tawa itu membahana, menyiratkan warna-warni persahabatan ini.

Matahari selalu terbit tepat pada waktunya. Selayaknya hari itu. Terbit diwaktu yang seemestinya. Mengantarkan kita pada kebersamaan itu. Melangkah. Bersenda gurau. Melemparkan celaan kecil satu sama lain. Menggemparkan dunia dengan tawa kebahagiaan. Hahahaha.... semua itu indah. Hingga pada akhirnya mendung menggelap. Rintik hujan perlahan turun membasahi bumi. Namun tawa itu tetap ada. Bahkan lebih membahana. Menuliskan cerita baru di atas lembar kehidupan. Tawa terus membahana, bahkan di atas bentor kecil.

Senja perlahan mulai turun. Habis tenggelam didalam bumi. Memancarkan cahaya bulan untuk menyinari bumi. Tawa itu terus bersua. Membahana menggelitik bumi.Tertawa bersama. Mencoba melukis akhir dari hari terindah ini. Perlahan tapi pasti, kita berhasil menghabiskan hari. Dengan satu pengalaman dan satu cerita baru yang sama-sama kita habiskan tuk hari itu. Terima kasih ceritanya kawand...













Selasa, 16 Oktober 2012

Menulis

Hari ini aku sangat ingin menulis. Menulis apapun itu. Meski ku tak tau, apa yang harus ku tulis. Menulis membuatku belajar mengenali masa-masa kehidupanku. Kehidupan dimasa laluku, juga kehidupan yang akan ku jalani berikutnya. Menulis mengajarkan ku untuk bisa lebih mamahami duniaku yang hingga saat ini pun masih sangat tidak jelas.

Selama ini aku selalu merasa kalau dunia ku itu hampa. Tak ada yang mengisinya, bahkan untuk diriku sendiri. Aku tak mengerti mengapa hidup begitu berat tuk ku lalui. Hidup ku terlalu sulit tuk ku hadapi dengan senyuman, meskipun itu hanya senyuman ringan.

Sabtu, 12 Mei 2012

Aku yang Sekarang

Sampai saat ini saya masih heran. Sebenarnya, apa sih yang kau lihat dari diriku ? Mengapa sampai saat ini kau masih berharap padaku, bahkan kau ingin kembali menjalani hari bersamaku ? Mungkin kau belum mengerti akan diriku yang saat ini. Aku memang berubah, tak seperti yang dulu. Menjadi cewek cuek yang hanya ditemani hujan dan gelap malam. Hanya sinar rembulan dan kerlipan bintang yang selalu menemani sepi hariku.

Minggu, 15 April 2012

Ini Tentang Kamu

Malam ini, ntah mengapa, menjadi malam yang sangat membosankan bagiku. Saat dimana tak ada satu pun orang-orang yang mau menemaniku. Saat dimana mereka lebih memilih membiarkanku, bahkan mengacuhkanku begitu saja. Mungkin hari ini aku menjadi gadis yang sangat sensitif, dengan mood yang benar-benar hancur setelah mendengar namanya. Yah, dia benar-benar telah merusak hariku. Bahkan hanya sebatas nama pun sudah membuatku menjadi sosok yang abnormal. Namun apa boleh dikata ? Aku tak dapat berkata apa-apa. Dia sosok yang tidak bisa hilang dalam kehidupanku. Bahkan mungkin dalam keseharianku.

Senin, 09 April 2012

Musik

Aku ingin belajar bermain musik. Menyampaikan sura hati lewat nada. Aku belajar memetik senar gitar, namun ternyata tak mudah. Aku hidup dengan musik. Melalui hari-hariku juga dengan musik. Istilah kerennya yang mungkin bisa menjadi sebuah motto dalam kehidupanku, "tiada hari tanpa musik". Aku suka musik, dan aku cinta musik. Karena musik juga pelengkap cerita kehidupanku, sampai kapanpun.

Little Alila