Jumat, 15 November 2013

Hanya Pertolongan-Mu

Tuhan,,,
Tolong peluk aku
Disini aku sendiri
Memeluk rindu yang tak ada obat penawarnya
Bersembunyi dibalik senyum tipis yang selama ini ku tebarkan



Sabtu, 28 September 2013

Semua (tentang) Waktu

Semua cuma masalah waktu. Ketika saat itu segala ceritanya menjadi indah dan juga menyedihkan.
Semua cuma masalah waktu. Ketika seluruh rindu menggumpal dan tak dapat ku ungkapkan.
Semua cuma masalah waktu. Ketika ruang dalam hatiku masih belum bisa menerima yang lain.
Semua cuma masalah waktu. Ketika jemari hanya mampu menuliskan nama mu dan semua kenangan tentangmu.
Semua cuma masalah waktu. Ketika pelupuk mataku tak mampu menampung genangan air mata.
Semua cuma masalah waktu. Ketika rasa sayang dan sakit menjadi alasan dari semua pertanyaan tentangmu.
Semua juga cuma masalah waktu. Ketika harus ku akui, hingga saat ini, aku belum jua mampu melupakanmu.

Selasa, 24 September 2013

Racun itu bernama Rindu

Malam kembali pekat saat ini. Saat mata ku tak lagi dapat kuajak tuk bekerja sama untuk masuk ke alam mimpi. Kini iringan lagu dari iwan fals -yang terlupakan- menjadi teman setia ku menanti pagi.

Entah, kotak-kotak konsep tulisan telah tersusun rapi dalam bola kecil otakku, namun malam ini aku tak dapat menumpahkannya. Mungkin, hanya satu yang saat ini ingin ku ceritakan pada kalian. Yah, tentang RINDU. Rindu sangat melekat dalam ruang hampa hatiku.

Beberapa hari terakhir hadir seakan-akan menjadi racun yang amat kejam bagi diriku. Dia kembali menari dalam ruang memory ku. Menari dengan indah dan terus mengunci perhatianku. Malam kemarin tepatnya, ketika rindu itu kembali hadir mengisi ruang kosongku, saat itu pula rasa sesak kembali ku rasakan. Air mataku meleleh tanpa kusadari. Rindu, iya, aku rindu dia. Aku rindu akan masalalu yang pernah kurajut bersamanya. Harapku, rasa itu hanya akan kurasakan saat itu saja, namun ternyata aku salah. Rindu itu masih menjadi penguasa dalam hari-hari terakhirku. Aku rindu, tapi aku tak ingin kau tau. Aku rindu, namun biarlah rindu hanya ada dalam sini -hati-, menjadi racun yang siap menghabisi ku kapanpun. Aku rindu, yah, aku tau kalau aku rindu. Cukup itu saja.

Kamis, 20 Juni 2013

Sinarnya Meredup (Masih tentang Mata itu)

Aku duduk diam mengamati seluruh aktivitas disekitarku. Berbagai macam orang-orang berlalu lalang dihadapanku dengan bergam kegiatan masing-masing. Mataku terus berganti mengantar mereka, mengamati segala tingkah mereka. Tak sengaja mataku menangkap sosokmu. Iyah, sosok pemilik mata itu. Aku mencoba untuk mengalihkan pandanganku, berharap agar kali ini mata kita tak lagi saling menangkap. Namun sayang, aku lagi-lagi gagal. Kau tak berpindah dari tempatmu berpijak, dan aku pun tak juga berpindah dari tempatku bersandar. Kita hanya diam. Tak ada satu buah katapun yang terlontar dari bibir kita. Tapi bagiku, kita tidaklah diam. Kita sama sekali tidak diam. Hanya saja kita sedang berbicara melalui tatapan mata itu.

Sabtu, 25 Mei 2013

Langit Malam


Bagiku, memandang langit malam selalu indah. Seperti malam kemarin. Saat dimana ku menatapnya tepat dengan kedua bola mataku yang kecil. Langit malam yang gelap, namun selalu menenangkan. Tetap gelap, namun selalu mampu menghangatkan. Bagiku, langit malam dengan semburat cahayanya selalu menjadi pelangi setelah matahari tenggelam. Tepat di tempat ini aku duduk bersama beberapa orang yang sama sekali tak ku kenali. Mungkin sama tujuan kami hampir sama, namun kita semua masing-masing hanya sekedar duduk dan menumpang dengan kendaraan ini. Yah, inilah angkutan umum yang membawaku pulang kekota asalaku. Tempatnya tidak terlalu penuh dan sesak, namun, tidak juga terlalu kosong. Hanya ada 7 orang dalam angkutan umum yang biasanya memuat 12 orang atau lebih didalamnya. Namun maaf, malam ini aku takkan bercerita mengenai angkutan umum ini. Aku hanya akan terus bercerita mengenai langit dan malam. Dua hal yang selalu ku nanti, namun terkadang tak ingin kuhadapi.

Rabu, 15 Mei 2013

Do'aku

Ya Allah.. jika memang sakit ini Kau berikan, mudah-mudahan hadir sebagai penghapus segala dosa-dosa yang pernah ku buat. Jika memang sakit ini Kau berikan padaku, mudah-mudahan bisa ku syukuri sebagai langkah awalku tuk bisa lebih maju lagi. Ya Allah, aku tau, segala cobaan yang Kau berikan padaku, takkan pernah melampaui kemampuanku. Ujian berlimpah yang Kau berikan padaku pada saat-saat seperti ini mungkin belum seberapa dengan ujian-ujian yang Kau berikan pada orang-orang sekitarku. Aku tak pernah meminta agar Kau membantuku menyelesaikan setiap ujian ini, namun aku akan selalu meminta padaMu untuk dapat menguatkan hati, fisik, serta fikiranku. Aku hanyalah seorang hambaMu yang lemah. Sangat lemah. Namun aku masih memiliki kemauan serta usaha untuk bisa menjadi lebih baik lagi.

Rindu

Aku tau, rindu selalu muncul tepat didepan pintu ruang hatiku. Menatapku, tersenyum kepadaku, memintaku untuk sejenak saja melihatnya. Namu, alarm bising yang terpasang didepan jendela otak dan jendela hatiku berbunyi dengan kerasnya. Menyadarkan segala harap yang perlahan mulai tertanam didasar hatiku. Aku tersadar. Diam. Mencoba membujuk hatiku untuk mengabaikanmu. Meninggalkanmu bahan mengusirmu menjauh dari ruang ini. Aku sibuk terus mencari jalan keluar agar tak leagi melihatmu. Aku sibuk mengerjakan segala sesuatu, walau itu tidaklah penting untuk ku kerjakan., hanya untuk bisa berdiri tegak, mengabaikan kehadiranmu. Aku sibuk memasang segala musik keras agar aku tak lagi mendengarmu memanggil namaku dari kotak masa laluku. Aku sibuk, dan aku berpura-pura untuk sibuk.