Dulu, malam selalu kunanti. Menjadi obat dari seluruh keresahan bersama mentari.
Dulu malam selalu menjadi sesuatu yang paling ku rindu, ketika pergantian hari kulalui bersama tawa dan rinduku.
Dulu, malam selalu menjadi sumber inspirasiku, ketika bulan dengan cerianya memancarkan cahaya nya kepada bintang.
Tapi sekarang, perlahan, aku mulai membenci malam.
Minggu, 19 Januari 2014
Jumat, 22 November 2013
The Last For U, The Last For Me
"Sayangilah seseorang, tanpa pernah berpikir, kelak kau kan terluka
Karena waktu itu, sejenak terlintas, berirama dalam bait lirik yang ku tulis
Ya, walau mungkin terdengar sederhana, tapi ku telah berusaha membuatnya untukmu
didalamnya, aku sampaikan pandangan serta isi hatiku padamu
maaf jika ada lirik yang tak kau pahami
Ku mohon terimalah, terimalah hadiah terakhir ku untukmu
Karena waktu itu, sejenak terlintas, berirama dalam bait lirik yang ku tulis
Ya, walau mungkin terdengar sederhana, tapi ku telah berusaha membuatnya untukmu
didalamnya, aku sampaikan pandangan serta isi hatiku padamu
maaf jika ada lirik yang tak kau pahami
Ku mohon terimalah, terimalah hadiah terakhir ku untukmu
23 November 2013, 00:27
Happy b'day...
Untukmu yang berulangtahun hari ini..

23 November 2013..
Tepat hari ini usia mu bertambah
Kuucapkan selamat padamu
Sosok yang pernah hadir mengisi senyuman dalam hariku
Sosok yang pernah membuatku tertawa saat malam datang
Sosok yang pernah menjadi sandaran disaat hatiku terasa lelah
Sosok yang tak pernah lelah mendengar segala keluh kesahku setelah melewati hari
Sosok yang yang saat ini (mungkin) telah menghapusku dari memori ingatanmu
Untukmu yang berulangtahun hari ini..
23 November 2013..
Tepat hari ini usia mu bertambah
Kuucapkan selamat padamu
Sosok yang pernah hadir mengisi senyuman dalam hariku
Sosok yang pernah membuatku tertawa saat malam datang
Sosok yang pernah menjadi sandaran disaat hatiku terasa lelah
Sosok yang tak pernah lelah mendengar segala keluh kesahku setelah melewati hari
Sosok yang yang saat ini (mungkin) telah menghapusku dari memori ingatanmu
Jumat, 15 November 2013
Hanya Pertolongan-Mu
Sabtu, 28 September 2013
Semua (tentang) Waktu
Semua cuma masalah waktu. Ketika saat itu segala ceritanya menjadi indah dan juga menyedihkan.
Semua cuma masalah waktu. Ketika seluruh rindu menggumpal dan tak dapat ku ungkapkan.
Semua cuma masalah waktu. Ketika ruang dalam hatiku masih belum bisa menerima yang lain.
Semua cuma masalah waktu. Ketika jemari hanya mampu menuliskan nama mu dan semua kenangan tentangmu.
Semua cuma masalah waktu. Ketika pelupuk mataku tak mampu menampung genangan air mata.
Semua cuma masalah waktu. Ketika rasa sayang dan sakit menjadi alasan dari semua pertanyaan tentangmu.
Semua juga cuma masalah waktu. Ketika harus ku akui, hingga saat ini, aku belum jua mampu melupakanmu.
Semua cuma masalah waktu. Ketika seluruh rindu menggumpal dan tak dapat ku ungkapkan.
Semua cuma masalah waktu. Ketika ruang dalam hatiku masih belum bisa menerima yang lain.
Semua cuma masalah waktu. Ketika jemari hanya mampu menuliskan nama mu dan semua kenangan tentangmu.
Semua cuma masalah waktu. Ketika pelupuk mataku tak mampu menampung genangan air mata.
Semua cuma masalah waktu. Ketika rasa sayang dan sakit menjadi alasan dari semua pertanyaan tentangmu.
Semua juga cuma masalah waktu. Ketika harus ku akui, hingga saat ini, aku belum jua mampu melupakanmu.
Selasa, 24 September 2013
Racun itu bernama Rindu
Malam kembali pekat saat ini. Saat mata ku tak lagi dapat kuajak tuk bekerja sama untuk masuk ke alam mimpi. Kini iringan lagu dari iwan fals -yang terlupakan- menjadi teman setia ku menanti pagi.
Entah, kotak-kotak konsep tulisan telah tersusun rapi dalam bola kecil otakku, namun malam ini aku tak dapat menumpahkannya. Mungkin, hanya satu yang saat ini ingin ku ceritakan pada kalian. Yah, tentang RINDU. Rindu sangat melekat dalam ruang hampa hatiku.
Beberapa hari terakhir hadir seakan-akan menjadi racun yang amat kejam bagi diriku. Dia kembali menari dalam ruang memory ku. Menari dengan indah dan terus mengunci perhatianku. Malam kemarin tepatnya, ketika rindu itu kembali hadir mengisi ruang kosongku, saat itu pula rasa sesak kembali ku rasakan. Air mataku meleleh tanpa kusadari. Rindu, iya, aku rindu dia. Aku rindu akan masalalu yang pernah kurajut bersamanya. Harapku, rasa itu hanya akan kurasakan saat itu saja, namun ternyata aku salah. Rindu itu masih menjadi penguasa dalam hari-hari terakhirku. Aku rindu, tapi aku tak ingin kau tau. Aku rindu, namun biarlah rindu hanya ada dalam sini -hati-, menjadi racun yang siap menghabisi ku kapanpun. Aku rindu, yah, aku tau kalau aku rindu. Cukup itu saja.
Entah, kotak-kotak konsep tulisan telah tersusun rapi dalam bola kecil otakku, namun malam ini aku tak dapat menumpahkannya. Mungkin, hanya satu yang saat ini ingin ku ceritakan pada kalian. Yah, tentang RINDU. Rindu sangat melekat dalam ruang hampa hatiku.
Beberapa hari terakhir hadir seakan-akan menjadi racun yang amat kejam bagi diriku. Dia kembali menari dalam ruang memory ku. Menari dengan indah dan terus mengunci perhatianku. Malam kemarin tepatnya, ketika rindu itu kembali hadir mengisi ruang kosongku, saat itu pula rasa sesak kembali ku rasakan. Air mataku meleleh tanpa kusadari. Rindu, iya, aku rindu dia. Aku rindu akan masalalu yang pernah kurajut bersamanya. Harapku, rasa itu hanya akan kurasakan saat itu saja, namun ternyata aku salah. Rindu itu masih menjadi penguasa dalam hari-hari terakhirku. Aku rindu, tapi aku tak ingin kau tau. Aku rindu, namun biarlah rindu hanya ada dalam sini -hati-, menjadi racun yang siap menghabisi ku kapanpun. Aku rindu, yah, aku tau kalau aku rindu. Cukup itu saja.
Kamis, 20 Juni 2013
Sinarnya Meredup (Masih tentang Mata itu)
Aku duduk diam mengamati seluruh aktivitas disekitarku. Berbagai macam orang-orang berlalu lalang dihadapanku dengan bergam kegiatan masing-masing. Mataku terus berganti mengantar mereka, mengamati segala tingkah mereka. Tak sengaja mataku menangkap sosokmu. Iyah, sosok pemilik mata itu. Aku mencoba untuk mengalihkan pandanganku, berharap agar kali ini mata kita tak lagi saling menangkap. Namun sayang, aku lagi-lagi gagal. Kau tak berpindah dari tempatmu berpijak, dan aku pun tak juga berpindah dari tempatku bersandar. Kita hanya diam. Tak ada satu buah katapun yang terlontar dari bibir kita. Tapi bagiku, kita tidaklah diam. Kita sama sekali tidak diam. Hanya saja kita sedang berbicara melalui tatapan mata itu.
Langganan:
Postingan (Atom)