Aku duduk diam mengamati seluruh aktivitas disekitarku. Berbagai macam orang-orang berlalu lalang dihadapanku dengan bergam kegiatan masing-masing. Mataku terus berganti mengantar mereka, mengamati segala tingkah mereka. Tak sengaja mataku menangkap sosokmu. Iyah, sosok pemilik mata itu. Aku mencoba untuk mengalihkan pandanganku, berharap agar kali ini mata kita tak lagi saling menangkap. Namun sayang, aku lagi-lagi gagal. Kau tak berpindah dari tempatmu berpijak, dan aku pun tak juga berpindah dari tempatku bersandar. Kita hanya diam. Tak ada satu buah katapun yang terlontar dari bibir kita. Tapi bagiku, kita tidaklah diam. Kita sama sekali tidak diam. Hanya saja kita sedang berbicara melalui tatapan mata itu.
Kamis, 20 Juni 2013
Sabtu, 25 Mei 2013
Langit Malam
Bagiku, memandang langit malam selalu indah. Seperti malam kemarin. Saat dimana ku menatapnya tepat dengan kedua bola mataku yang kecil. Langit malam yang gelap, namun selalu menenangkan. Tetap gelap, namun selalu mampu menghangatkan. Bagiku, langit malam dengan semburat cahayanya selalu menjadi pelangi setelah matahari tenggelam. Tepat di tempat ini aku duduk bersama beberapa orang yang sama sekali tak ku kenali. Mungkin sama tujuan kami hampir sama, namun kita semua masing-masing hanya sekedar duduk dan menumpang dengan kendaraan ini. Yah, inilah angkutan umum yang membawaku pulang kekota asalaku. Tempatnya tidak terlalu penuh dan sesak, namun, tidak juga terlalu kosong. Hanya ada 7 orang dalam angkutan umum yang biasanya memuat 12 orang atau lebih didalamnya. Namun maaf, malam ini aku takkan bercerita mengenai angkutan umum ini. Aku hanya akan terus bercerita mengenai langit dan malam. Dua hal yang selalu ku nanti, namun terkadang tak ingin kuhadapi.
Rabu, 15 Mei 2013
Do'aku
Ya Allah.. jika memang sakit ini Kau berikan, mudah-mudahan hadir sebagai penghapus segala dosa-dosa yang pernah ku buat. Jika memang sakit ini Kau berikan padaku, mudah-mudahan bisa ku syukuri sebagai langkah awalku tuk bisa lebih maju lagi. Ya Allah, aku tau, segala cobaan yang Kau berikan padaku, takkan pernah melampaui kemampuanku. Ujian berlimpah yang Kau berikan padaku pada saat-saat seperti ini mungkin belum seberapa dengan ujian-ujian yang Kau berikan pada orang-orang sekitarku. Aku tak pernah meminta agar Kau membantuku menyelesaikan setiap ujian ini, namun aku akan selalu meminta padaMu untuk dapat menguatkan hati, fisik, serta fikiranku. Aku hanyalah seorang hambaMu yang lemah. Sangat lemah. Namun aku masih memiliki kemauan serta usaha untuk bisa menjadi lebih baik lagi.
Rindu
Aku tau, rindu selalu muncul tepat didepan pintu ruang hatiku. Menatapku, tersenyum kepadaku, memintaku untuk sejenak saja melihatnya. Namu, alarm bising yang terpasang didepan jendela otak dan jendela hatiku berbunyi dengan kerasnya. Menyadarkan segala harap yang perlahan mulai tertanam didasar hatiku. Aku tersadar. Diam. Mencoba membujuk hatiku untuk mengabaikanmu. Meninggalkanmu bahan mengusirmu menjauh dari ruang ini. Aku sibuk terus mencari jalan keluar agar tak leagi melihatmu. Aku sibuk mengerjakan segala sesuatu, walau itu tidaklah penting untuk ku kerjakan., hanya untuk bisa berdiri tegak, mengabaikan kehadiranmu. Aku sibuk memasang segala musik keras agar aku tak lagi mendengarmu memanggil namaku dari kotak masa laluku. Aku sibuk, dan aku berpura-pura untuk sibuk.
Jumat, 12 April 2013
Sosok Dia (mata itu)
Dia tidak tampan. Dia tidak pintar. Dia pun tak juga kaya. Tapi dia punya sesuatu yang lebih dari pada orang lain. Dia punya mata itu. Yah, mata itu. Mata yang selalu ku rindukan untuk ku tatap. Mata yang selalu mampu membuatku kuat, juga cemburu. Aku tak tau, mengapa mata itu begitu memiliki daya tarik tersendiri untukku. Namun aku benar-benar terpana.
Dia. Sosok yang belakangan menjadi magnet dalam kedua bola mataku. Menjadi sosok yang mengambil alih seluruh perhatianku. Aku bahagia dan aku menikmatinya. Namun ternyata, semua ini mungkin hanya sekedar menjadi pengalihan kehidupanku. Aku masih dibutakan oleh matanya. Menganggap bahwa sorot matanya hanya ditujukan padaku. Tapi mungkin aku salah. Tatapan itu bukan hanya untukku. Mata indah itu bukan mengarah kepadaku. Tapi juga kepada yang lain. Aku masih bersembunyi. Malu mengakui kesalahanku. Malu mengakui sikap narsis yang ku miliki.
Tapi, satu yang pasti, inilah jalan Tuhan yang telah disediakan untukku. Dan aku harus menikmatinya..
Dia. Sosok yang belakangan menjadi magnet dalam kedua bola mataku. Menjadi sosok yang mengambil alih seluruh perhatianku. Aku bahagia dan aku menikmatinya. Namun ternyata, semua ini mungkin hanya sekedar menjadi pengalihan kehidupanku. Aku masih dibutakan oleh matanya. Menganggap bahwa sorot matanya hanya ditujukan padaku. Tapi mungkin aku salah. Tatapan itu bukan hanya untukku. Mata indah itu bukan mengarah kepadaku. Tapi juga kepada yang lain. Aku masih bersembunyi. Malu mengakui kesalahanku. Malu mengakui sikap narsis yang ku miliki.
Tapi, satu yang pasti, inilah jalan Tuhan yang telah disediakan untukku. Dan aku harus menikmatinya..
Tanpa Judul
Aku lelah terus bersembunyi. Bersembunyi dalam seluruh topeng yang ku miliki. Aku selalu berpura-pura kuat ketika mereka samua ada disini. Aku selalu berpura-pura tersenyum ketika mereka hadir disebelahku. Aku lelah. Sangat lelah.
Waktu berjalan begitu lambat untukku. Terus mengurungku dalam ketidakpastianku. Terus memenjarakanku dalam cerita masa lalu. Cerita bersamanya. Cerita tentangnya. Itulah yang menjadi penjara abadi untukku. Terpuruk dalam segala hal yang berkaitan denganmu. Aku lelah. Aku benci.
Senin, 01 April 2013
Malam
Malam selalu pekat dengan langitnya yang kelam. Hitam. Meski terkadang indah diwarnai dengan kerlingan bintang dihamparannya. Aku selalu menyukainya. Menantikan tiap menit waktu kehadiran malam. Bernyanyi dengan riang bersama riuhan udara yang tersedia olehnya. Tapi sayang, itu semua dulu.
Dulu. Ketika malam selalu ku rindukan. Ketika malam memberikan banyak cerit berarti untukku. Ketika malam menjadi alasanku untuk segera bahagia. Dan, ketika malam menghadirkan sosok dia dalam kehidupanku. Dia dan malam. Dua hal yang hingga saat ini tak dapat ku benci. Kalian bagaikan memiliki magnet yang luar biasa untukku. Membuatku sangat merindukan saat-saat seperti dulu.
Langganan:
Postingan (Atom)